New Bajaj Pulsar 220 DTS-i

Bajaj Pulsar 220cc 501 460x306 Test Ride: Bajaj Pulsar 220 DTS i 2011BOGOR (DP) — Bajaj Pulsar 220 DTS-i menjadi andalan terbaru Bajaj Auto Inonesia di kelas sportbike. Di segmen mesin 200 cc, Bajaj Pulsar 220 DTS-i harus menghadapi setidaknya dua pemain lama; Honda Tiger dan Yamaha Scorpio.

Dari sisi harga Pulsar 220 jauh lebih unggul. Dengan harga Rp 18,6 juta (harga OTR DKI Jakarta), Pulsar lebih murah 6,5 jutaan dari Tiger dan Rp 5 jutaan dari Scorpio.

Dari sisi desain, bergantung selera, lebih keren dan sportif dari dua kompetitornya. Desain lampu depan twin-projector Pulsar 220 terlihat berkarakter — Bajaj mengklaimnya sebagai mata serigala.

Fairing-nya, meski tidak full, menambah kesan macho sebagai tunggangan pejantan. Gayanya kurang jantan? Tunggu saja versi full fairing-nya.

Dengan dashboard digital dan lampu sein yang bisa mati secara otomatis memberi kesan Pulsar sebagai sportbike masa kini.

Masih dengan teknologi DTS-i (digital twin spark ignition) atau pengapian secara digital menggunakan dua busi yang terletak di kepala silinder. Kedua busi menghasilkan nyala api bersamaan. Artinya pembakaran antara udara dan bensin terjadi lebih sempurna dan cepat dibandingkan mesin 1-busi.

Klaim Bajaj, Pulsar responsif, bertenaga sekaligus hemat bahan bakar. Untuk kasus Pulsar 220, menghabiskan 1 liter bensin untuk berjalan sejauh 42,1 km. Kecepatan maksimalnya 144 km/jam — lumayan oke.

Informasi dari brosur mengatakan mesin Pulsar lebih unggul secara tenaga dan torsi yang dihimpun dibandingkan mesin Tiger (197 cc) dan Scorpio (223 cc). Pulsar melepaskan tenaga 21 hp atau lebih bertenaga 4,3 hp dari Tiger dan 2,8 hp dari Scorpio. Torsi Pulsar 19,12 Nm pun lebih unggul dari Tiger (15,7 hp) dan Scorpio (17,5 Nm).

So, ketika peluncuran di sirkuit Sentul, Dapurpacu.com mendapat kesempatan mencicipi ‘masakan’ terbaru dari dapur India sebanyak 2 laps sekitar 8 km. Ketika mesin dinyalakan via electric starter, terdengar suara mesin yang halus dan ringan. Suara ini tidak berbeda dengan tipe-tipe lain Pulsar.

Chassis Pulsar tidak berat diajak meliuk-liuk di sirkuit Sentul. Dengan mudah kami melibas semua tikungan meski kecepatan kami tidak seekstrem para pebalap profesional. Pada tikungan-tikungan tertentu kami bisa merampungkannya dengan kecepatan 60-80 kpj.

Suspensi Pulsar yang berada di level medium dan tapak ban lebar (90/90 x 17 depan dan 120/80 x 17 belakang) menopang manuver.

Responsivitas mesin lebih terasa ketika Pulsar dipacu di lintasan lurus. Lumayan, Pulsar dapat menembus kecepatan 125kpj, ada beberapa jurnalis lebih dari kecepatan tersebut.

Namun, sepanjang 2 laps, Dapurpacu.com sempat merasakan selip ketika memindahkan gear dari 2-ke-1. Hal yang sama diakui beberapa ‘pebalap’ kagetan di situ. Sementara itu kopling tidak keras sehingga cocok digunakan harian di tengah kepadatan lalu lintas.

Secara keseluruhan Pulsar 220 DTS-i tak boleh dipandang sebelah mata oleh para kompetitornya dan kita. Desain yang sporty, performa bagus, konsumsi bahan bakar irit menjadi landasan kita meliriknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s