GAUL MELANDA GENERASI MUDA: POTRET SEBUAH ALIENASI BUDAYA?

oleh: Johanes B. K. Soro, STFK Ledalero

I.          Sekilas Pengantar
Sebuah gejala yang tengah mewabah dalam situs kultural masyarakat dewasa ini adalah fenomena kelahiran trend-trend baru. Masyarakat terobsesi untuk menghadirkan tren-tren revolusioner dalam menanggapi gejolak perubahan jaman. Fenomena ini hakikatnya merupakan implementasi dari dinamika kebudayaan. Dimana kebudayaaan bersifat terbuka untuk mengalami perubahan.
Konsep diatas rupanya relevan dengan ikhwal kemunculan tren gaul dalam kantong terminus generasi muda. Realitasnya kaum muda abad ini tergiur untuk membangun pola persahabatan dalam nuansa yang populer dinamakan gaul. Tren gaul merujuk pada gaya hidup up to date yang menjadi ciri generasi muda kini. Di sini tampak jelas bahwa gaul bukanlah sekedar term picisan belaka. Gaul menampilkan potret pembudidayaan nilai-nilai baru dalam diri individu. Dengan demikian gaul dapat dipandang sebagai sebuah bentuk kebudayaan baru.
Prospek gaul sebagai bentuk kebudayaan baru merupakan sebuah wacana menarik untuk mengkaji fenomena perjumpaannya dengan kebudayaan yang telah ada. Profil kebudayaan baru disini mengandaikan adanya suatu bentuk kebudayaan terdahulu; yang telah ada sebelumnya. Kebudayaan tersebut berupa tradisi-tradisi, adat istiadat, norma-norma dan tatanan hidup lainnya yang dikenal sebagai bentuk artistik ekspresi masyarakat. Jika demikian maka perjumpaan ‘gaul’ dengan tradisi-tradisi memiliki kekuatan yang dapat saling mempengaruhi. Keduanya bisa saling menjebak, mendepak bahkan menggusur satu sama lain. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji momentum perjumpaan tersebut. Gaul versus tradisi budaya, adakah terjadi “perebutan kekuasaan” dalam diri generasi muda?

II.        Mengendus Kiprah Gaul Generasi Muda
2.1       Memahami Fenomena Gaul Generasi Muda
Secara leksikal gaul diartikan sebagai suatu sistem berteman. Gaul merupakan sebuah cara menjalin relasi akrab antar-individu. Dari pengertian ini gaul jelas tidak bermasalah. Justru gaul merupakan indikator manusia sebagai ens sociale; makhluk sosial yang secara kodrati membutuhkan orang lain. Term gaul menandaskan hakikat individu yang harus berelasi dengan sesamanya. Ia mendobrak individualisme sempit dan membuka dirinya untuk sesama.
Fenomena gaul yang terjadi secara de facto berbeda dari pengertian diatas. Istilah ini lantas dikonotasikan sebagai sebuah model, pola atau gaya hidup yang cenderung mengarah pada budaya kosmopolitan. Budaya kosmopolitan merupakan sebuah bentuk budaya yang dikarakterisasikan oleh mentalitas perkotaan (urban mentality) yakni mentalitas yang memiliki kecenderungan bergaya hidup mewah, matre, konsumtif dan hedonistis. Lebih jauh gaul menarik interese individu akan “produk-produk” yang dihasilkan kemajuan jaman. Segala sesuatu bernuansa baru diminati sementara yang telah lama ada dianggap kolot, usang dan ketinggalan jaman. Fenomena gaul merupakan reaksi terhadap pengaruh perkembangan jaman.
Gaya hidup seperti ini sangat mudah merasuki mental watak, peringai dan perilaku kaum muda. Kaum muda rentan terhadap temperamen gaul, bahkan merekalah aktor perintisnya. Kaum muda adalah pionir yang menghadirkan gaya hidup gaul dalam kancah kultural negeri ini. Mengapa? Hal tersebut dapat dilihat dari faktor-faktor berikut: Pertama, secara psikologis kaum muda masih sangat labil. Kaum muda berciri dinamik, penuh emosi dan sangat meluap-luap. Jiwa muda berada dalam situasi strum und drang yakni situasi ‘topan dan nafsu’. Sigmund Freud sebagai mana dikutip errickson mengomentari bahwa pada masa ini kaum muda sedang mengalami krisis identitas; Situasi krisis dalam mencari identitas dirinya. Mereka tengah bergulat untuk mencapai sebuah identitas diri ideal; yang mampu mendongkrak popularitasnya. Oleh karena itu gaya gaul dianggap sebagai opsi yang tepat. Kedua, orang muda bertumbuh dalam kondisi jurang pembedaan generasi (generation gap) dalam hubungan relasionalnya dengan orang tua. Penilaian dan harapan generasi terdahulu yang diembankan ke atas pundak mereka dirasakan sebagai sebuah hal yang membebankan. Kecenderungan umum di kalangan muda bahwa di balik pandangan ideal orang tua tersebut bercokol tuntutan yang tak kalah kuatnya yaitu rasa kesebayaan. Oleh karena itu kaum muda gemar mencari suaka perlindungan dari teman-teman sebayanya.

22        Karakteristik Anak Gaul
Kawula muda yang ketularan sindrom gaul memiliki karakteristik tersendiri. Ada ciri-ciri tertentu yang mengkategorikan seorang muda sebagai anak gaul. Teguh Adrianto dari Harian Umum Kompas, menyebutkan beberapa karakteristik sebagai berikut:
Wawasan luas “Smart”Ø
Identitas seorang anak gaul dicirikan oleh kecakapannya mengetahui banyak informasi. Smart tidak hanya mengandaikan pengetahuan yang diperoleh dari ilmu-ilmu sekolahan. Lebih dari itu, karakter smart menuntut ketrampilan dan pengetahuan luas akan informasi aktual. Penekanan utamanya adalah mengetahui tren-tren terbaru yang sedang laku pasaran, model-model baru, info-teiment dari dunia selebriti dan term-term khusus yang diorbitkan bahasa Slan (bahasa rekayasa kaum muda) yang lantas dipahami sebagai bahasa gaul.
Kelompok sebaya “Peer Group”Ø
Sangat absurd bahwa seorang anak gaul tidak memiliki teman sebaya sebagai partnernya. Ganjil seandainya seorang muda disebut anak gaul padahal kawan-kawannya adalah orang tua dan anak-anak. Mereka dituntut untuk memiliki peer group tertentu sebagai wahana berkreasi sekaligus ajang jalin kontak. Anak gaul biasanya tergabung dalam kelompok-kelompok tertentu yang oleh mereka dinamakan gank-gank.
Selera “Up To Date”Ø
Tendensi utama karakteristik anak gaul terletak pada ciri ini. Anak gaul merupakan kelompok muda yang menyukai segala sesuatu yang berbau aktual. Apapun isinya kemasan jaman penentunya. Anak gaul memiliki kecenderungan menikmati aneka tawaran dan tren terbaru. Kepuasan mereka terletak pada dimensi sensasional. Sensasi-sensasi baru digandrungi sementara situasi “apa adanya” kurang diminati. Singkatnya Anak gaul peduli akan temuan-temuan inovatif tapi tidak berselera pada hal yang biasa-biasa saja.
Performa menawan “Fashion”Ø
Anak gaul sangat berkompoten dari segi penampilan. Mode terbaru didewakan sebagai sarana ekspresi diri yang ideal dan lulus “fit and proper test”. Aksentuasi penampilan diri tampak dalam tren penggunaan berbagai aksesoris entah sebagai perias tubuh maupun sebagai perias setiap perlengkapan (barang) yang digunakan. Muncul rumor di kalangan ini bahwa seandainya tidak berbusana sesuai tren terbaru maka akan mengalami keguncangan perasaan, kurang percaya diri dan minder. Selain doyan pada model-model dan produk-produk terbaru, kaum ini terobsesi juga untuk menunjukan gesture style yang impresif. Tingkah laku dan gerak-gerik dimodifikasikan sedemikian rupa guna menimbulkan pesona menawan. Tingkah ini pula disebut gaul.

2.3       Penyebab Munculnya Trend Gaul
Trend gaul yang merebak di awal abad XXI disinyalir tercipta oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut dapat disebutkan sebagai berikut:
Globalisasiv
Pengaruh globalisasi dunia tidak terbatas pada bidang ekonomi. Bagaimana pun juga gebyar globalisasi telah merambah ke setiap dimensi kehidupan dan kebudayaan salah satunya. Dunia di tengah konteks globalisasi tak lebih dari sebuah kampung besar atau global village. Setiap orang bebas berkomunikasi tanpa dibatasi kendala berarti. Hal ini memungkinkan terbukanya kesempatan untuk memperluas jangkauan relasi. Gaul tercipta dalam atmosfir ini. Arus globalisasi memungkinkan timbulnya seperangkat budaya kosmopolitan baik elit maupun pop, ilmiah maupun artistik yang dihubungkan dengan pengantar bahasa internasional. Maka tercipta pula tren penggunaan bahasa internasional dalam kehidupan sehari-hari. Tren ini diminati kaum muda. Tren penggunaan istilah –istilah asing menghasilkan kosakata-kosakata baru dalam bahasa anak gaul. Sebagai contoh; funky, punk, trendy, dll.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s